Next Page: 100
          

Queenslanders in conversation March   

Cache   

How has the changing face of migration shaped Queensland? Does migration bring us closer together?

Hear from our panel of highly regarded academics and advocates as they reflect on their own stories of migration and discuss how changes in immigration policies and attitudes towards diversity have shaped Queensland.

From the political and popular to the insightful and opinionated, the interactive format of the conversation will enable alternative voices to be heard and stories of belonging to be shared.

In the first conversation, host Kelly Higgins-Devine from 612 ABC Brisbane explores Queensland’s cultural and religious diversity, the role it plays in our identity, sense of belonging, and our communities’ social cohesion.

The Panellists

Dr Shuang Liu
Originally from China, Shuang is an academic who has been in Australia for 15 years. She feels that however hard she tries, she will always be one of “the other” but it’s not necessarily grounded in racism. Shuang believes integration does not necessarily represent equal identification with both cultures; and identity and belonging may not be the same thing.

Yasmin Khan
Yasmin is a Queenslander whose father is a fifth generation Aussie while her mother is from Pakistan.
She believes migration is the only way to bring us closer – we have no other choice.
Yasmin says the country lacks leadership and a strategic plan to best deal with the issues at hand.

Paul Joseph
Paul’s family fled the civil war in Sudan and made it to Australia at the turn of the century via a refugee camp in Kenya.
He thinks the media has serious questions to answer when it comes to creating “them” and “us”.
Paul believes the solution lies in education-especially equipping young people with the knowledge on refugees, asylum seekers and migrants.

Alice Langford
Alice is a first-generation Aussie whose parents escaped the horrors of the Nazis in Germany and Poland. She thinks it often takes a generation for new settlers to be accepted.
Alice wonders how we can ever learn about other cultures unless we live side by side with them.

When: Mon 21 Mar 2016, 6:00 pm - 07:15 pm
Venue:SLQ Auditorium 1, level 2


          

Africa ICT Regulators Meet in Uganda to Address Over-the-top Media Concerns   

Cache   

Kenya’s Communications Authority (CA) is part of the teams in Entebbe, Uganda, for the World Telecommunications Standardization Assembly (WTSA), which is one of the structures of the UN’s International Communications Union (ITU). The event, which will end on October 11, is graced by key ICT regulators in the region to develop the continent’s position in […]

Read On Web → Africa ICT Regulators Meet in Uganda to Address Over-the-top Media Concerns


          

DCI Warns Kenyans from Buying Electronic Devices from Shady Shops   

Cache   

Electronic devices are expensive. However, one of the best ways to owning one is hunting for a second-hand deal, which is not a smooth exercise considering the market is filled with fakes and devices that have been acquired illegally, and by illegally, we are referring to stolen TVs, smartphones, and laptops, to mention a few. […]

Read On Web → DCI Warns Kenyans from Buying Electronic Devices from Shady Shops


          

Egekben a sertéshús, a kenyér, a liszt ára    

Cache   

Átlagosan 2,8 százalékkal magasabbak voltak idén szeptemberben a fogyasztói árak, mint egy évvel korábban. Az élelmiszerek, a szeszes italok, dohányáruk ára emelkedett jelentős mértékben – közölte ma a Központi Statisztikai Hivatal.

          

Trik Cerdas agar Sukses Berkarier di Masa Muda   

Cache   

Liputan6.com, Jakarta Masa muda sangat penting untuk masa depan setiap orang nantinya. Itulah mengapa banyak pepatah yang mengatakan, jangan menyia-nyiakan masa muda yang sangat berharga.

Salah satu usaha yang bisa Anda lakukan adalah fokus pada karier hingga mencapai kesuksesan. Berikut ini adalah beberapa trik cerdas berkarier di masa muda, sebagaimana dikutip dari Swara Tunaiku.

1. Berpikir dan Bersikap Realistis

Di usia muda, pasti Anda memiliki banyak harapan dan cita-cita yang ingin diraih. Namun, jangan terlalu idealis karena kenyataan terkadang berbeda dari apa yang jadi harapan.

Untuk menjadi seseorang yang sukses, maka jangan hanya memikirkan apa yang akan dilakukan, tapi segera lakukanlah dan jangan menunda. 

Sebenarnya, bagaimana kondisi kita 5-10 tahun lagi sudah bisa kita prediksikan dengan melihat apa yang kita lakukan sekarang.

Apabila sekarang ini kita bermalas-malas, sudah bisa dibayangkan sendiri bagaimana masa depan yang akan menghampiri. Oleh karena itu, targetkan kesuksesan jangka panjang.

2. Jadilah Orang yang Orisinal

Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mengidolakan seseorang tidak ada yang salah, tapi mengenali diri sendiri dan bangga terhadap diri sendiri itu adalah hal yang lebih penting. Banyak orang sukses yang bisa menginspirasi, tapi tidak banyak dari mereka yang bisa ditiru begitu saja. 

Karena setiap orang memiliki keunikan sendiri, Anda harus mengenali diri sendiri untuk bisa mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki. Dengan demikian, Anda bisa menjalankan karier sesuai dengan bakat dan keinginan. Karier pun bisa berjalan lebih lama dan bisa bersinar dalam meraih kesuksesan. 

3. Selalu Berpikir Positif

Mulai hari dengan pikiran dan kehidupan positif. (Ilustrasi: Success Consciousness)

Apa yang kita pikirkan, bisa menjadi kenyataan. Apabila pikiran kita dipenuhi hal-hal negatif, sesuatu yang negatif pun bisa datang menghampiri kita.

Sama-sama mengeluarkan energi untuk berpikir, mengapa tidak mengubahnya menjadi pikiran yang positif. Dengan demikian, energi tersebut akan memberikan semangat bagi kita. 

Meskipun tidak semua pengalaman atau peristiwa menyenangkan, tapi semua itu memiliki hikmah yang bisa kita pelajari. Terkadang, hikmah tersebut justru lebih berarti untuk bisa membawa kita menuju kesuksesan. Ubahlah hal-hal yang negatif dengan pikiran yang positif karena hidup pasti memiliki banyak rintangan. 

4. Buat Circle Pertemanan yang Baik

Siapa teman kita akan berpengaruh terhadap siapa kita. Meskipun tidak seharusnya berteman dengan memandang bulu, tapi nyatanya hal ini berpengaruh terhadap kehidupan dan masa depan kita. Lingkungan yang buruk dapat membawa kita dalam keburukan, begitu juga sebaliknya. 

Anda dapat memilih dan membentuk sendiri siapa teman Anda, siapa sahabat Anda, dan siapa orang terdekat Anda. Pastikan jika orang di sekeliling Anda memberikan pengaruh positif terhadap diri Anda.

Agar sukses berkarier, Anda bisa memilih teman yang sudah sukses, memiliki daya juang, produktif, dan semangat tinggi meraih asa. 

5. Kegagalan untuk Belajar

Ilustrasi perempuan sukses dengan berbagai proses dialaminya. (Picture: diaiz.co)

Banyak dari kita yang merasa takut untuk memulai karier hanya karena takut mengalami gagal. Padahal, kegagalan sebenarnya hal yang wajar di dunia ini, bahkan setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan, meski mereka tak ingin. Justru, kegagalan ini memberikan kita banyak pelajaran hidup untuk menjadi lebih baik. 

Apabila kita bisa mengambil hikmah dan belajar dari kegagalan tersebut, kesuksesan akan ada di depan mata. Untuk menjadi sukses memang tidak mudah dan terkadang diperlukan kegagalan yang berulang kali. Jadi, jangan mudah menyerah walaupun Anda sudah gagal sekalipun. 

Itulah tadi beberapa tips untuk sukses berkarier di usia muda. Tidak mudah memang menjalani masa muda yang penuh dengan tanggung jawab dan godaan. Namun, yakinlah pada diri Anda bahwa Anda bisa menjadi anak muda yang membanggakan.


          

BFI Run 2020 Buka Pintu untuk Pelari Luar Negeri   

Cache   

Liputan6.com, Jakarta Untuk kelima kalinya lomba larI BFI Run kembali digelar pada 29 Maret 2020 di Tangerang Selatan. Pada BFI Run 2020 ini pelari luar negeri mulai diperbolehkan untuk ambil bagian.

BFI RUN 2020 menargetkan jumlah peserta 6000 orang yang terbuka untuk umum. Ajang yang digelar PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) ini akan memperlombakan tiga kategori lari, yaitu 21,1K (half marathon), 10K, dan 5K. 

"Untuk event tahun depan kami mulai membuka kesempatan untuk pelari dari luar negeri untuk mendaftar. Kita tidak mematok target berapa pelari luar yang ikut. Kita akan lihat nanti saat pendaftaran dibuka 10 Oktober 2019," kata Finance Director & Corporate Secretary BFI Finance Sudjono.  

Tak ketinggalan, BFI Finance juga menyediakan hadiah untuk mengikuti destinasi event lari mancanegara untuk 10 peserta Half Marathon (HM) yang bisa menyelesaikan lomba dengan catatan waktu di bawah 2 jam 20 menit. 

10 peserta yang beruntung tersebut akan dapat mewakili Indonesia di Gold Coast Marathon di Australia. “Hadiah overseas marathon ini kami berikan sebagai pengantar untuk para peserta BFI Run agar dapat turut mempersiapkan diri di ajang BFI Marathon tahun 2021,” ujar Sudjono.  

BFI Rum 2020 juga dilengkapi dengan keberlanjutan seri Nusantara yang sebelumnya terdapat Burung Cendrawasih dari Papua yang tampak cantik bertengger di medali para penamat BFI Run 2019. 

Burung Julang

Kali ini, seri Nusantara BFI RUN akan menampilkan kekayaan Pulau Sulawesi dengan Burung Julang sebagai ikon medali BFI RUN 2020. Burung Julang sebagai hewan endemik Sulawesi melambangkan kekuatan, persisten, dan optimisme yang akan menginspirasi para pelari untuk fokus dan tak mudah menyerah.

BFI RUN merupakan ajang lomba lari tahunan dengan pengelolaan yang rapi dan profesional. BFI RUN dihelat pertama kali tahun 2016 oleh BFI Finance untuk mengajak masyarakat berolahraga dan menjalani hidup sehat. BFI RUN menawarkan sensasi lari yang berbeda dan istimewa dengan selalu mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan keamanan bagi para peserta lomba.

"Untuk keamanan kita sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan Kodim. Kita juga memberikan asuransi yang baik bagi seluruh pelari," kata Sutadi, Business Director BFI Finance. 

 

 

 

 


          

Jailed Uighur, Brazil chief among European rights prize nominees   

Cache   

A Uighur scholar imprisoned in China since 2014 and a trio of Brazilian activists were nominated Tuesday for a top European rights prize, along with Kenyans fighting female genital mutilation.

Next Page: 100

© Googlier LLC, 2020