Next Page: 25
          

ToXic Pure Hair: Sweet   

Cache   

ToXic Pure Hair: Sweet contains 170 IntoXicating textures - with added hand painting to assure the best quality. The product includes a variety of natural and fantasy colors, allowing you to capture any look.

This is the ultimate hair texture package, now at a price you can afford!

Price: $10.95 Special Price: $5.48


          

نقابة المعلمين: هناك عجز صارخ في المعلمين بالمدارس ويجب تعين معلمين جدد وليس تعاقد    

Cache   

اعلن ابرهيم شاهين وكيل اول نقابة المعلمين ان هناك عجز صارخ فى المعلمين بالمدارس والحل الصحيح هو تعيين معلمين جدد وتواصلت نقابة المعلمين مع نائب وزير التربية والتعليم محمد عمر لبحث ازمة العجز واكد نائب الوزير ان الوزارة فى انتظار موافقة مجلس الوزراء على اعلان التعيينات ولكن لااشكاليه ان الموافقة ستأخذ وقت طويل 

واضاف وكيل نقابة المعلمين انه ضد فكرة التعاقد لان وزارة التربية والتعليم بها عجز شديد ولا يوجد بها عمالة زائدة وانه من الممكن الاعلان عن مسابقة التعيينات ل70 الف لسعد العجز خلال شهر يوليو المقبل بدلا من العقود المؤقته 
:: متابعة جروب الوظائف الحكومه والخاصة :: من هنا ::
:: إنشاء وإرسال سيرتك الذاتية لكبرى شركات التوظيف :: من هنا ::
:: تابعو صفحتنا للوظائف اليوميه عبر الفيس بوك :: من هنا ::

          

Vibrant Goddess Colors   

Cache   

70 Vibrant new hair textures in a variety of natural and fantasy colors.

Expand your color collection with this pack of 45 solid shades and 25 ombre blends.

Price: $9.95 Special Price: $4.98


          

Vibrant Hikari Colors   

Cache   

70 Vibrant new hair textures in a variety of natural and fantasy colors.
Expand your color collection with this pack of 45 solid shades and 25 ombre blends. Along with the color options there are 5 quick adjustment presets for DAZ Studio to adjust the shine intensity and to turn shadows on or off.

Price: $9.95 Special Price: $4.98


          

Vibrant Lustrous Colors   

Cache   

70 Vibrant new hair textures in a variety of natural and fantasy colors.
Expand your color collection with this pack of 45 solid shades and 25 ombre blends. Along with the color options there are 5 quick adjustment presets for DAZ Studio to adjust the shine intensity and to turn shadows on or off.

Price: $9.95 Special Price: $4.98


          

Vibrant Milena Colors   

Cache   

70 Vibrant new hair textures in a variety of natural and fantasy colors. Expand your color collection with this pack of 45 solid shades and 25 Awesome Ombre blends. Along with the color options there are 5 quick adjustment presets for DAZ Studio to adjust the shine intensity and to turn shadows on or off.

Price: $9.95 Special Price: $4.98


          

Vibrant Romance Colors   

Cache   

70 Vibrant hair textures in a variety of natural and fantasy colors. Expand your color collection with this pack of 45 solid shades and 25 more blends.

Price: $9.95 Special Price: $4.98


          

Vibrant Serena Colors   

Cache   

70 Vibrant new hair textures in a variety of natural and fantasy colors.

Expand your color collection with this pack of 45 solid shades and 25 ombre blends. Along with the color options there are five quick adjustment presets for DAZ Studio to adjust the shine intensity and to turn shadows on or off.

Price: $9.95 Special Price: $4.98


          

Vibrant Short Ponytail Colors   

Cache   

70 Vibrant new hair textures in a variety of natural and fantasy colors.
Expand your color collection with this pack of 45 solid shades and 25 ombre blends. Along with the color options there are 5 quick adjustment presets for DAZ Studio to adjust the shine intensity and to turn shadows on or off.

Price: $9.95 Special Price: $4.98


          

GTA 5 mod has 70 free missions inspired by GTA Online   

Cache   

The GTA 5 community continues to deliver new content to the game years after Rockstar shifted its focus entirely to GTA Online. Unlike GTA Online, however, GTA 5 mods bring fresh ideas to the offline version, which helps if you want a taste of the GTA Online-style missions in the base game. Enter this 70-mission […]

The post GTA 5 mod has 70 free missions inspired by GTA Online appeared first on VG247.


          

ΕΚΤΑΚΤΟ: Το Πεντάγωνο αποσύνδεσε την Τουρκία από σύστημα πληροφοριών του ΝΑΤΟ – Ξεκίνησε τους βομβαρδισμούς η Άγκυρα. ΒΙΝΤΕΟ   

Cache   

Του Ανδρέα Μουντζουρούλια
«Bόμβα» έριξε πριν λίγο ο έγκριτος Ισραηλινός δημοσιογράφος Amichai Stein, καθώς σύμφωνα με όσα αναφέρει στο λογαριασμό του στο twitter, ανώτερος Αμερικανός αξιωματούχος του δήλωσε, πως οι ΗΠΑ αποσύνδεσαν την Τουρκία από το σύστημα ISR....
(Intelligence, Surveillance & Reconnaissance).
Πρόκειται για ένα σύστημα, το οποίο συντονίζει τις κοινές επιχειρήσεις μεταξύ συμμαχικών χωρών, δηλαδή μιλάμε για ένα κοινό δίκτυο πληροφοριών και επιτήρησης, το οποίο παρέχει διαρκή, έγκαιρη και έγκυρη εικόνα των τεκταινομένων στην περιοχή ενδιαφέροντος. Οι Αμερικανοί δηλαδή δεν μοιράζονται πλέον με την Τουρκία πληροφορίες και δεδομένα επιτήρησης και αναγνώρισης από το Κοινό Κέντρο Αεροπορικών Επιχειρήσεων.
: Senior US defence official tells me: We disconnected the Turkish millitary from our ISR system (Intelligence, Surveillance & Reconnaissance) and the air tasking order (ATO) (Joint Forces Air Component Commander controls air forces within a joint operations environment)
96 άτομα συζητούν σχετικά με αυτό
Tην ίδια στιγμή, τα τουρκικά μαχητικά ξεκίνησαν τους βομβαρδισμούς στα σύνορα Συρίας-Ιράκ.
Video
anti-ISIS operations stopped Led forces withdraws theirs force from Omar Oil Field . Strategic point for fight against ISIS in Deir az Zour in Syria , moving towards Turkey- border for big fight

via @vvanwilgenburg & @RojMousa
Ενσωματωμένο βίντεο
Δείτε άλλα Tweet του χρήστη Botin Kurdistani

          

SEJARAH DI BALIK LEGENDA VAMPIR   

Cache   

KOMPAS.com — Di mana-mana muncul vampir. Seminggu terakhir ini, film terbaru dari seri Twilight Saga, yaitu bagian kedua dari empat yang berjudul New Moon, mulai diputar di Jakarta. Film ini telah memecahkan rekor box office dengan meraup lebih dari 70 juta dollar AS dan kemungkinan akan menjadi laba pembukaan terbesar sepanjang sejarah.




Sebenarnya seri Twilight Saga bukan cerita vampir pertama yang diangkat ke layar lebar. Selama berpuluh-puluh tahun sudah banyak film-film terkenal yang bertemakan vampir.

Kehausan publik untuk vampir sepertinya mirip dengan haus darahnya vampir di legenda itu sendiri.

Para penulis fiksi masa kini yang pernah mengangkat tema vampir, seperti Stephenie Meyer (Twilight Saga), Anne Rice (Interview with the Vampire), dan Stephen King (Salem's Lot), memiliki "tambang" legenda yang tak habis-habisnya untuk digali. Namun sebenarnya apa yang membentuk pandangan kita sekarang tentang vampir? Jawabannya ada di daerah abu-abu sekitar mitos dan kebenaran.

Menombak korban

Beberapa sumber keliru melacak asal-usul vampir pada seorang pangeran Romania, Vlad Tepes (1431-1476), yang berjuang untuk kemerdekaan dari Kekaisaran Ottoman. Walau bisa dibilang caranya sangat brutal dan sadis (contohnya ia membunuh musuh-musuhnya dengan menusukkan tombak sedikit demi sedikit, menarik keluar isi perut mereka, memotong-motong badan mereka, membakar mereka, dan lainnya), hal-hal tersebut memang lazim semasa perang di zaman itu.

Teknik-teknik yang sama juga dipakai oleh Gereja Katolik dan para penguasa lainnya di abad pertengahan untuk menyiksa dan membunuh musuh.

Bram Stoker (Dracula) juga telah memasukkan aspek-aspek dari Vlad Tepes ke dalam tokoh Dracula dalam karyanya.

Walau Tepes memang juga memengaruhi gambaran fiksi dari vampir masa kini, akar vampir sesungguhnya memiliki asal yang berbeda. Dari segi kebudayaan, vampir adalah suatu fenomena yang muncul di seluruh dunia.

Menurut pakar antropologi Paul Barber yang merupakan pengarang buku Vampire, Burial, and Death (vampir, pemakaman, dan kematian), hampir semua kultur memiliki cerita versi lokal yang mirip legenda vampir, dan semuanya "memiliki kemiripan yang mengejutkan pada vampir ala Eropa," katanya.

Kepercayaan akan adanya vampir berasal dari takhayul dan asumsi yang keliru tentang pembusukan setelah kematian.

Catatan penemuan pertama tentang vampir tersebar di Eropa pada abad pertengahan. Cerita-cerita itu semua mengikuti pola yang sama: suatu kenaasan menimpa seseorang, suatu keluarga, atau suatu kota, mungkin karena paceklik yang merusak panen, atau tersebarnya wabah.

Di masa itu, ilmu pengetahuan belum bisa menjelaskan pola cuaca dan teori kuman. Jadi, kesialan apa pun yang tak jelas penyebabnya bisa disalahkan pada vampir. Vampir merupakan jawaban mudah untuk menjelaskan mengapa dari dulu hal buruk bisa terjadi pada orang yang baik.

Mati tetapi belum membusuk

Para penduduk desa menggabungkan keyakinan mereka bahwa ada kutukan yang tengah terjadi di antara mereka dan ketakutan mereka terhadap kematian dan orang mati. Dengan begitu, mereka berkesimpulan bahwa mungkin orang-orang yang baru dikuburlah yang bertanggung jawab karena mereka telah bangkit dari kubur untuk berbuat jahat.

Maka dari itu, makam-makam digali, dan para penduduk desa sering kali dikagetkan oleh proses pembusukan yang normal, dan mengira itu fenomena yang supernatural.

Contohnya, walau orang lazimnya berasumsi bahwa mayat akan membusuk segera, bila peti tertutup rapat dan dikubur pada musim dingin, maka pembusukan bisa tertunda beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan. Pembusukan usus bisa menyebabkan penggembungan yang mendorong darah ke mulut sehingga mayat itu terlihat seperti baru saja menghisap darah.

Proses ini dipahami betul oleh para dokter dan pengurus pemakaman zaman sekarang. Namun, pada abad pertengahan di Eropa, semua ini merupakan pertanda yang tak bisa disangkal bahwa vampir itu nyata dan menghantui mereka.

Walau vampir "sesungguhnya" telah tidak ada, legenda-legendanya terus memikat dunia. Sepertinya, baik ilmu pengetahuan ataupun tonggak perak tak mempan membunuh mitos vampir.


https://God.blue/splash.php?url=xcZHdQsX_PLUS_8US6oaPssBxygC3GPHKUPetTt_PLUS_nnZvYIH7ezpDllZExQE2X3lBTW7G2WRBpoGrNNxqy8WyzEh_SLASH_UtQTqkOGAxMxdEKKgdPubeqaVUL9aMZW6gWpfzkoEnjfPQb9PcMXf30Qr7V7iQRMWwaDaJ_SLASH_Inj0csFVKkSplrs5tHnjbX0vXt3ys_PLUS_EqA6u5_PLUS_a

          

Sejarah Freemasonry   

Cache   

Freemasonry adalah organisasi Yahudi Internasional, sekaligus merupakan gerakan rahasia paling besar dan palling berpengaruh di seluruh dunia. Freemasonry terdiri dari dua kata yang di satukan. Free artinya bebas atau merdeka, sedangkan Mason adalah juru bangun atau pembangun.
Tujuan akhir dari gerakan Freemason ini adalah membangun kembali cita-cita khayalan mereka, yakni mendirikan Haikal Sulaiman atau Solomon Temple.



Tentang Haikal Sulaiman atau Solomon Temple ini sendiri banyak sumber yang mendefinisikan berlainan. Salah satu tafsir yang paling populer adalah, bahwa Haikal Sulaiman berada di tanah yang kini di atasnya berdiri Masjidil Aqsha.
Mereka meyakini, tahun 1012 Sebelum Masehi (SM), Nabi Sulaiman membangun Haikal di atas Gunung Soraya di wilayah Palestina. Tapi pada tahun 586 SM, Raja Nebukhadnezar dari Babilonia menghancurkan Haikal Sulaiman ini. Tahun 533 SM, bangunan ini didirikan kembali oleh seorang bernama Zulbabil yang telah bebas dari tawanan Babilonia. Atas kebebasannya itulah, ia membangun kembali Haikal Sulaiman.
Pada tahun ke 70 M, seorang penguasa Romawi menaklukkan Palestina dan membakar serta menghancurkan Haikal Sulaiman ini. Kerusakan terus-menerus dialami setelah penyerbuan Bangsa Hadriyan. Begitu pula saat kekuasaan Muslim, konon Haikal Sulaiman di hancurkan dan sebagai gantinya didirikan Masjidil Aqsha pada abad ke-7.
Tapi tafsir lain tentang hal ini juga mengartikan Haikal Sulaiman juga sebagai wilayah kekuasan yang luas membentang. Bahkan ada yang menariknya hingga sampai wilayah Khaibar, saat kaum Yahudi diusir di zaman Rasulullah Muhammad. Karena itu, mereka meyakini harus menguasai seluruh dunia, bahkan hingga tanah Khaibar, tempat mereka terusir dahulu karena penghianatanya pada Rasulullah dan piagam Madinah.
Dan untuk itulah mereka bekerja dan membangun, yaitu untuk merebut Haikal Sulaiman dan mendirikan kekuasannya secara nyata, serta mempengaruhi pemerintahan dan kekuasan yang mampu mereka pengaruhi. Dan untuk menebar kekuasaan itu, salah satu rintangan besar yang dihadapi oleh gerakan ini adalah agama-agama, terutama agama Samawi atau agama-agama wahyu, Kristen dan Islam.
Sebelum kaum muslimin sadar tentang bahaya gerakan Freemason, perlawanan terhadap organisasi ini terlebih dulu dilakukan oleh kalangan pemimpin gereja. Perlawanan gereja Katholik ini terjadi karena Freemason telah menjadi organisasi tempat berkumpulnya kaum anti-agama. Dalam sebuah artikel berjudul The Earlier Period Of Freemasonry yang di Mimar Sinan, turki, Freemason disebut sebagai tempat berkumpul para anggota Mason yang mencari kebenaran di luar gereja. Dan ini menjadikan awal abad-18 sebagai tahun-tahun yang penuh pertarungan antara gereja Katholik dengan Freemason di Eropa. Sejak awal berdirinya, Fremason telah menyokong kebebasan beragama, sama persis dengan yang terjadi belakangan ini di berbagai negara, liberalisasi keagamaan.
Freemason berdiri di Inggris secara resmi pada tahun 1717. Tapi tampaknya, sebelum tahun itu pun, Freemasonry telah eksis. Bahkan sejak abad sebelumnya. Tahun 1641, seorang keluarga kerajaan Inggris, Robert Moray tercatat sebagai anggota cabang Freemason di Edinburg, tepatnya 20 Mei 1641. nama lain yang juga tercatat sebagai anggota Freemason sebelum tahun 1717 adalah Elias Ashmole tercatat sebagai anggota Freemasonry di Lanchasire pada 16 Oktober 1646. Dan ia juga salah seorang dari royal family atau keluarga kerajaan.
Dari catatan di atas, sebetulnya bisa ditarik kesimpulan bahwa tahun 1717 hanya tahun pemantapan saja dari tahap-tahap yang telah dilakukan oleh gerakan Freemson. Tahun ini dijadikan sebagai tahun ekspansi untuk melakukan dan menancapkan pengaruh mereka di seluruh dunia.
Tahun 1717 ini dijadikan sebagai tonggak bagi Freemason unuk memulai perangnya yang akan sangat panjang kepada umat beragama dan kepada agama itu sendiri. Seorang kepala gereja protestan di London yang bernama Anderson dan berdarah Yahudi menjadi motor penggeraknya pada 24 Juni 1717. Pada momentum inilah Freemason mendirikan Grand Lodge of England dengan menggabungkan empat lodge menjadi satu.
Banyak sumber Freemason menjelaskan bahwa sejarah berdirinya gerakan ini berakar jauh dan bisa dilacak hingga ke masa Ordo Knight of Templar saat perang Salib di Yerusalem, Palestina. Saat Paus Urbanus II, tahun 1095, usai Konsili Clermont menyerukan Perang Suci atau Crusade dan memobilisasi kaum Kristiani di seluruh Eropa untuk turut berperang merebut Yerusalem kembali dari kekuasaan Muslim. Paus Urbanus II membakar emosi massa dengan cara mengabarkan kabar bohong. Ia mengatakan umat Kristen di Palestina telah dibunuh, dibantai dan dibakar di dalam gereja-gereja oleh pasukan Turki Seljuk yang Muslim. Ia juga membakar kemarahan kaum Kristiani dengan mengatakan bahwa kaum kafir (Muslim Turki, pen.) telah dan sedang menguasai makam Yesus Kristus.
Paus UrbanusII menyerukan agar seluruh pertikaian yang terjadi selama ini antar pemeluk dan kesatrian Kristen harus diakhiri, karena ada musuh yang lebih berbahaya dan harus segera dihancurakan: Islam dan kaum Muslimin. Ia juga mengiming-iming dengan bujukan surgawi, bahwa siapa yang berangkat ke medan perang kan dibebaskan dari seluruh dosa dan di jamin akan mendapat surga. Hasilnya, ribuan kaum Kristiani berangkat menuju Palestina dengan kemarahan. Dan setibanya di sana, terjadi pembantaian besar-besaran atas penduduk Yerussalem dan Palestina.
Selama dua hari penyerbuan terjadi pembantaian yang tak bisa diterima akal sehat dan rasa kemanusiaan. Sebanyak 40.000 penduduk Palestina terbantai. Beberapa sejarawan menggambarkan, saat itu darah menggenangi tanah Yerusalem. Ada yang menyebut darah menggenang setinggi mata kaki, bahkan ada yang menggambarkan darah menggenang hingga lutut manusia dewasa. Tentara berperang dengan motivasi mendapatkan emas dan permata, dan juga banyak para kesatria Prancis tercatat membelah perut korban-korban mereka. Merka mencari emas atau permata yang kemungkinan di telan penduduk Palestina sebagai upaya penyelamatan harta.
Setelah mereka menguasai tanah Palestina, pasukan Salib yang terdiri dari banyak unsur mulai mendirikan kelompoknya masing-masing. Mereka tergabung dalam ordo-ordo tertentu. Para anggota ordo ini datang dari seluruh tanah Eropa, yang ditampung di biara-biara tertentu dan berlatih cara-cara militer di dalam biara tersebut. Dan satu dari sekian ordo yang sangat mencuat namanya adalah Ordo Knight of Templar.
Knight of Templar juga disebut sebagai tentara miskin Pengikut Yesus Kristus dan Kuil Sulaiman. Disebut miskin karena tergambar dari logo yang mereka gunakan, seperti dua tentara yang menunggang seekor keledai. Untuk menunjukkan bahwa mereka miskin, sampai-sampai satu keledai harus dinaiki dua orang tentara Knight of Templar. Bahkan tercatat, mereka dipaksa untuk makan tiga kali saja dalam semingu. Sedangkan nama Kuil Sulaiman mereka pakai karena mereka menjadikan markas mereka yang dipercayai sebagai situs runtuhnya Kuil Sulaiman atau Solomon Temple. Tapi sesungguhnya, pemilihan markas di bukit ini bukan sebuah kebetulan yang bersifat geografis semata, karena para pendiri ordo Knight of Templar sesunguhnya punya cirta-cita sendiri untuk mengembalikan kejayaan dan berdirinya Kuil Sulaiman sebagai tempat suci kaum Yahudi atau tempatnya kaum Mason. Sepanjang bisa terlacak, pendiri ordo ini adalah dua kesatria Prancis, yaitu Hugh de Pavens dan God frey de St Omer. Spekulasi dari kalangan sejarawan mengatakan, bahwa ada darah-darah Yahudi yang mengalir dalam tubuh dan cita-cita para pendiri Ordo Knigh of Templar. Para perwira tinggi Kristen tersebut, sesungguhnya proses convertion yang mereka lakukan hanyalah cara untuk menyelamatkan diri, dan sesungguhnya mereka masih berpegang teguh pada doktrin-doktrin Yahudi, terutama Kabbalah.
Meski mereka menamakan diri sebagai tentara miskin, sesunguhnya mereka tidak miskin sama sekali. Atau setidaknya, masa miskin itu hanya mereka rasakan di awal-awal berdirinya Knight of Templars. Dalam waktu yang singkat mereka mampu menjadi sangat kaya raya dengan jalan melakukan kontrol penuh terhadap peziarah Eropa yang datang ke Palestiana. Salah satunya adalah dengan cara merekrut anak-anak muda putra para bangsawan Eropa yang tentu saja akan melengkapi anak mereka dengan perbekalan dana yang seolah tak pernah kering jumlahnya. Mereka juga disebut sebagai perintis sistem perbankan pertama pada abad pertengahan.
Saat itu banyak orang-orang Eropa yang ingin pindah atau setidaknya berziarah ke Palestina. Dan tentu saja perjalanan yang jauh dari Eropa memerlukan bekal yang tidak sedikit. Ada yang membawa seluruh harta mereka dalam perjalanan, tapi karena tentara Salib disepanjang perjalanan hidup dalam kondisi ayng sangat mengenaskan dan mereka sangat tergiur oleh harta kekayaan, tidak jarang terjadi perampokan bahkan saling bunuh antar orang Kristen disepanjang perjalanan menuju Palestian. Lalu ditemukan cara, para peziarah tidak perlu membawa harta mereka dalam perjalanan. Mereka hanya perlu menitipkannya pada sebuah perwakilan Templar di Eropa, mencatat dan menghitung nilainya dan mereka berangkat ke Palestina berbekal catatan nilai harta yang nantinya akan ditukarkan dengan nilai uang yang sama di Palestina. Gerakan ini banyak didominasi oleh Ordo Knight of Templar yang membuat mereka sangat kaya raya karena mendapat keuntungan dari sistem bunga yang mereka kembangkan. Dan inilah embrio atau cikal bakal perbankan yang kita keanl sekarang.
Markas Knight of Templar di Prancis menjadi rumah penghimpunan harta terbesar di Eropa. Lambat laun mereka menjadi bankir bagi para Paus dan Raja. Bagaimana tidak cepat kaya, setiap tahunyya King Henry II of England mendonasikan uang untuk menanggung biaya hidup 15.000 tentara Knight of Templar dan juga Knight Hospitaler selama mereka berperang dalam Perang Salib di tahun 1170. Untuk menggambarkan betapa besarnya institusi perbankan yang dijalankan Templar, pada saat itu organisasi ini memiliki 7.000 pegawai lebih hanya untuk mengurusi masalah keuangan. Mereka juga memiliki tak kurang dari 870 istana, kastil, dan rumah-rumah para bangsawan yang terbentang dari London hingga Yerusalem.
Karena ordo ini sangat berkuasa, lambat laun mereka mulai menampakkan ciri aslinya, yakni sebagai penganut Mason. Mereka mengembangkan doktrin dan ajaran mistik, juga kekuatan sihir di biara-biara mereka. Mereka memuja setan dan mendatangkan roh-roh untuk berkomunikasi. Apa yang mereka praktikkan ini disebut sebagai Kabbalah, sebuah tradisi mistik Yahudi kuno yang telah berkembang bahkan sejak zaman sebelum Fir’aun.
Mengetahui hal ini, Raja Prancis Philip le Bel, pada tahun 1307 mengeluarkan seruan untuk menangkap dan membubarkan ordo Knight of Templar karena dituduh telah melakukan bid’ah. Dalam perkembangannya, Paus Clement V turut bergabung untuk memerangi kaum Mason ini dengan mengeluarkan kembali vonis inquisisi. Terjadi banyak penangkapan dan interogasi, dan beberapa pimpinan Ordo Knight of Templar yang bergelar Grand Master (penyebutan ini masih dipakai sebagai tingkat tertinggi dalam gerakan Freemasonry sampai sekarang, pen) ikut menjadi korban. Dari beberapa penangkapan dan interograsi didapatkan keterangan bahwa anggota-anggota Templar telah melakukan kejahatan seksual terhadap beberapa perempuan bangsawan, melakukan sodomi, menyembah kucing, memakan daging teman-teman mereka sendiri yang sudah mati. Bahkan salah seorang saksi mata mengatakan, para Templar memperkosa perawan-perawan hingga hamil dan bayinya dibunuh dengan cara yang sadis untuk kemudian di bakar dan diambil minyaknya, dijadikan minyak suci untuk persembahan para pemimpin mereka.
Pada tahun 1307, Raja Philip IV memerintahkan penangkapan Jacques de Molay. Dan setelah melalui penyiksaan demi penyiksaan, de Molay mengakui segala ritual bid’ah yang dilakukan oleh Ordo Templar. Pada tahun 1312, Ordo Knight of Templar dilarang dan dibubarkan. Dan atas perintah Gereja dan Raja , dua tahun kemudian, yaitu pada tahun 1314, para pimpinan Templar dihukum mati, termasuk Jacques de Molay, salah satu Grand Master terpenting Ordo Templar. Jacques de Molay sendiri divonis sebagai heretic (bid’ah) atau kafir dan dihukum dengan cara dibakar hidup-hidup di depan raja Philip IV. Dan sebelum menghembuskan napasnya, de Molay mengeluarkan kata-kata bahwa Raja Philip dan Paus Clement harus mengikutinya, mati, dalam waktu satu tahun. Dan sejarah mencatat, Raja Philip IV meninggal tujuh bulan kemudian, disusul Paus Clement sebulan setelah Raja Philip mangkat.
Setelah itu terjadi pemusnahan besar-besaran, sekali lagi atas kaum Yahudi, dan kali ini bermula dengan kasus Knight of Templar atau kaum Mason. Pemusnahan ini tak hanya terjadi di Palestina, tapi juga terjadi di Eropa. Mereka diburu untuk ditangkap dan dibunuh. Sampai akhirnya mereka berhasil melarikan diri dan mendapat perlindungan dari Raja Skotlandia, Robert The Bruce yang dilantik dan menduduki singgasana Raja pada tahun 1306. Dan di tanah baru ini pula mereka menyusun kekuatan kembali. Dan Skotlandia menjadi salah satu yang menentukan dalam perkembangan gerakan Freemason.
Versi yang lebih tua dari sejarah Freemason adalah kisah yang menyebutkan pembentukan Freemasonry pada zaman Raja Israel, Herodes Agripa I yang meninggal pada tahun 44 Masehi. Freemason pada zaman ini dibentuk untuk membendung ajaran agama yang disampaikan oleh Nabi Isa as. Konon waktu itu namanya The Secret Power atau kekutan yang Tersembunyi.
Tujuan utamanya adalah memusuhi pengikut Nabi Isa, menculik mereka, membunuh, melarang penyebaran agama baru tersebut, termasuk membunuhi baya-bayi Kristen. Tapi, berkenaan dengan segala kesadisan yang dilakukan Herodes ini, para sejarawan dunia, meyakini bahwa hal tersebut hanyalah mitos belaka dalam tradisi agama Kristen. Herodes Agripa I menjalankan segala misi The Secret Power ini dibantu dua pengikut setianya, Heram Abioud sebagai Wakil Presiden gerakan dan Moab Leumi sebagai pemegang rahasia utama gerakan ini. Tapi beberapa anggota Freemason juaga mempercayai dan menarik sejauh mungkin sejarah mereka ke masa lalu, bahkan hingga ke zaman Fir’aun. Itu pula yang menjadi salah satu penjelasan mengapa mereka kerap kali menggunakan simbol-simbol Mesir Kuno dalam tradisi dan aktivitas ritual mereka, seperti penggunaan Dewa Horus, Piramida, Matahari dan berbagai simbol Mesir lainnya. Penggunaan ini bermula dari penggalian Kuil Sulaiman oleh para Templa dan penemuan doktrin dan ajaran Kabbalah yang terus-menerus mereka eksplorasi dan diajarkan dari mulut ke mulut. Penggalian ini begitu serius mereka lakukan sehingga kelak akan mempengaruhi cara pandang kaum Templar dan juga rencana mereka pada kehidupan dunia.
Bahkan yang cukup mengejutkan adalah, dalam manuskrip-manuskrip kuno Mason dikatakan, orang pertama Mason adalah Adam! Kejadian itu berawal ketika Adam dan Hawa memakan daun dari pohon terlarang di taman surga. Daun yang disebut sebagia daun pengetahuan, dan karena itu pula Tuhan mereka melarang mereka memakannya. Dr.Albert Mackei, seorang anggota Mason dengan tingkatan 33 derajat dalam Encyclopedia of Freemasonry manuliskan, daun pengetahuan itu kelak diturunkan pada dua anak Adam dan Hawa, Seth dan Nimrod dengan kisah The Tower of Babel. Kedua anak ini pula menyusun bahasa untuk ilmu pengetahuan yang akan diturunkan kepada manusia-manusia berikutnya. Tapi, dalam perkamen-perkamen tua itu disebutkan bahwa, Tuhan dengan sengaja mengacaukan bahasa manusia yang mengakibatkan rahasia ilmu pengetahuan, yang diturunkan Adam dengan memakan daun dari pohon terlarang, hilang dan tak diketahui manusia-manusia setelah Seth dan Nimrod. Dan itu pula yang menjadi alasan kedua kaum ini memerangi Tuhan.
Bahkan menurut Talmud, setan-setan adalah keturunan dari Adam dan Hawa. Setelah Adam diusir dari surga, ia enggan mencampuri istrinya, Hawa. Dan pada saat itulah, dua setan perempuan mendatanggi Adam yang langsung digauli keduanya oleh Adam. Dalam Talmud disebutkan, Adam menggauli setan perempuan bernama Lelet selama lebih dari 130 tahun lamanya dan melahirkan banyak anak-anak setan begitu pula dengan Hawa selama ditinggal oleh Adam, Hawa juga digauli oleh setan laki-laki dan melahirkan banyak anak setan.

https://God.blue/splash.php?url=eCoAKsKa5emNeDZQHriJJzOhprVai8JHHEloCe0KhVZt2BKrj7L7icfTeDrAGLQvbG57_PLUS_7LicKEkJC_SLASH_Xu55GIYEUq6c16o4tNaafNSA64afOlLBk_SLASH_6mfLcBf8CePn_SLASH_69CJFUgLBrgptoOhoZnDwyvg_EQUALS__EQUALS_


          

Марио Иллиен собрал друзей на юбилейную вечеринку   

Cache   

Марио Иллиену, знаменитому швейцарскому инженеру, создавшему немало отличных гоночных моторов, исполнилось 70 лет ещё 2 августа, но юбилейную вечеринку, посвящённую этому событию, он устроил только вчера...

          

Ultegra 8070 Di2, presentazione – parte seconda   

Cache   

E’ arrivato il turno per il resto dei componenti del nostro gruppo Shimano Ultegra 8070 Di2. Titolo di questa seconda parte, lo so, fuorviante. Perché in effetti ora tocca ai componenti in comune sia col Di2 che col meccanico, quindi avrei dovuto titolare semplicemente Ultegra 8000. Ma a parte che io i titoli in trent’anni che scribacchio mai imparato a crearli (sono convinto serva un talento speciale) ho pensato fosse meglio conservare continuità. Già questo...

          

Ultegra 8070 Di2, presentazione – parte prima   

Cache   

Ora è il turno di presentare la trasmissione che equipaggerà per prima il nuovo telaio: Shimano Ultegra 8070 Di2. Come fatto la scorsa volta per il framekit Holdsworth Mystique, anche in questo articolo avremo solo la presentazione statica. Vedremo comandi (con pinze freno idrauliche), cambio, deragliatore e tutta la parte elettrica/elettronica necessaria al funzionamento. I componenti comuni sia al Di2 che al meccanico li vedremo nel prossimo articolo. Questa sequenza, questo cambio di impostazione diciamo...

          

Motorcycle Tragedy Is a Real Test for Boris Johnson   

Cache   

Motorcycle Tragedy Is a Real Test for Boris Johnson(Bloomberg Opinion) -- It is every family’s worst nightmare: a traffic accident that takes the life of a loved one, often through no fault of their own. Such incidents are usually an agonizing, private tragedy for those involved. The allegations in the case of 19-year-old Harry Dunn, however, are a matter of transatlantic diplomacy and threaten to become an embarrassment to the British prime minister Boris Johnson.They are also a reminder that diplomatic immunity is often used as a shield in ways that were never intended. Johnson, who once criticized the absurdity of the protections offered, can’t let his voice be muffled this time by his need to keep the Americans onside after Brexit.On Aug. 27, Dunn’s motorcycle collided head-on with a Volvo outside a U.S. intelligence base about 70 miles northwest of London; he suffered multiple injuries and was later pronounced dead. Dunn’s devastated family say they were told by police that they believe the Volvo driver was traveling on the wrong side of the road.The driver of the vehicle, named as 42-year-old Anne Sacoolas, is the wife of a U.S. diplomat who may have only been in the country for a short period. Police reported that she was cooperative initially and had no plans to leave the country. But after Dunn’s death, Sacoolas claimed immunity and returned to the U.S. with her family.The case has sparked outrage in the U.K. Harry Dunn and his family have suffered the ultimate irreversible harm, but they seem to have no recourse at all. Under the 1961 Vienna Convention, diplomats and their families are protected from prosecution in their host country, though the principle dates back thousands of years.It has survived so long for good reason. Not all judicial systems were independent or trustworthy. During the Cold War, there was always the danger that a honeytrap might ensnare a diplomat. But a road in Northamptonshire in 2019 is a long way from such dangers. In recent decades, immunity seems to be abused by diplomats more often than correctly invoked. Waivers of diplomatic immunity are, in practice, rare. Some years ago the Daily Telegraph revealed that the Metropolitan Police made 19 applications for such waivers in the five years to 2007 and most were rejected. A French diplomat accused of assault was sent home. Saudi officials escaped having to account for allegations of indecent assault and drug-dealing.Yet this isn’t just a problem of serious crimes and misdemeanors. If you included parking violations and other smaller offences, diplomatic law-breaking would count for a significant waste of time and resources for the London police.As London mayor, Johnson regularly criticized the U.S. ambassador Robert Tuttle for failing to pay the city’s daily 8 pound ($9.90) congestion charge over three years. “I think it’s the Geneva Convention which prevents me from slapping an ‘asbo’ on every single diplomat who fails to pay, I think it’s an unbelievable scandal,” Johnson said at the time, referring to the Anti-Social Behavior Order penalty that was often used back then against London’s young hooligans.On Monday Johnson broke his silence on Dunn, calling on the U.S. embassy to waive immunity and saying he’d raise the issue with the White House personally. He treads a fine line. His predecessor Tony Blair never lived down accusations that he was George W. Bush’s “poodle”; Johnson is struggling to appease Trump’s sensitivities on Iran and Huawei, both areas where the U.K. disagrees with the president.Brexit complicates things. Trump’s promise of a U.S./U.K. trade deal has become a cornerstone of Johnson’s promise that Brexit will be a success. But the Trump impeachment proceedings have been noted in Westminster. Johnson is often compared to the American president; their chumminess will look less advantageous the more trouble Trump finds himself in.Were immunity to be lifted and Sacoolas found to have caused death by dangerous driving, she might not be sent to prison. Sentences of up to 14 years can be handed down if the offender is under the influence of drink or drugs. But the maximum custodial term for death by “careless or inconsiderate driving” is five years and that is reserved “for rare cases when the blame is exceptionally high.” We’re not likely to find out anway.Could there be a better system? The renowned trial lawyer Geoffrey Robertson has argued that countries should either waive immunity or submit to an international court in criminal cases, with judges from the involved nations. “Any country that chooses to protect an embassy official against prosecution must be treated with the contempt it deserves: Its ambassador should be carpeted, any aid budget reviewed and full details of charges and evidence released to the media,” Robertson wrote nearly a decade ago.It’s hard to live up to such ideals when your entire post-Brexit strategy is about keeping one country happy.To contact the author of this story: Therese Raphael at traphael4@bloomberg.netTo contact the editor responsible for this story: James Boxell at jboxell@bloomberg.netThis column does not necessarily reflect the opinion of the editorial board or Bloomberg LP and its owners.Therese Raphael writes editorials on European politics and economics for Bloomberg Opinion. She was editorial page editor of the Wall Street Journal Europe.For more articles like this, please visit us at bloomberg.com/opinion©2019 Bloomberg L.P.



          

Motorcycle Tragedy Is a Real Test for Boris Johnson   

Cache   

Motorcycle Tragedy Is a Real Test for Boris Johnson(Bloomberg Opinion) -- It is every family’s worst nightmare: a traffic accident that takes the life of a loved one, often through no fault of their own. Such incidents are usually an agonizing, private tragedy for those involved. The allegations in the case of 19-year-old Harry Dunn, however, are a matter of transatlantic diplomacy and threaten to become an embarrassment to the British prime minister Boris Johnson.They are also a reminder that diplomatic immunity is often used as a shield in ways that were never intended. Johnson, who once criticized the absurdity of the protections offered, can’t let his voice be muffled this time by his need to keep the Americans onside after Brexit.On Aug. 27, Dunn’s motorcycle collided head-on with a Volvo outside a U.S. intelligence base about 70 miles northwest of London; he suffered multiple injuries and was later pronounced dead. Dunn’s devastated family say they were told by police that they believe the Volvo driver was traveling on the wrong side of the road.The driver of the vehicle, named as 42-year-old Anne Sacoolas, is the wife of a U.S. diplomat who may have only been in the country for a short period. Police reported that she was cooperative initially and had no plans to leave the country. But after Dunn’s death, Sacoolas claimed immunity and returned to the U.S. with her family.The case has sparked outrage in the U.K. Harry Dunn and his family have suffered the ultimate irreversible harm, but they seem to have no recourse at all. Under the 1961 Vienna Convention, diplomats and their families are protected from prosecution in their host country, though the principle dates back thousands of years.It has survived so long for good reason. Not all judicial systems were independent or trustworthy. During the Cold War, there was always the danger that a honeytrap might ensnare a diplomat. But a road in Northamptonshire in 2019 is a long way from such dangers. In recent decades, immunity seems to be abused by diplomats more often than correctly invoked. Waivers of diplomatic immunity are, in practice, rare. Some years ago the Daily Telegraph revealed that the Metropolitan Police made 19 applications for such waivers in the five years to 2007 and most were rejected. A French diplomat accused of assault was sent home. Saudi officials escaped having to account for allegations of indecent assault and drug-dealing.Yet this isn’t just a problem of serious crimes and misdemeanors. If you included parking violations and other smaller offences, diplomatic law-breaking would count for a significant waste of time and resources for the London police.As London mayor, Johnson regularly criticized the U.S. ambassador Robert Tuttle for failing to pay the city’s daily 8 pound ($9.90) congestion charge over three years. “I think it’s the Geneva Convention which prevents me from slapping an ‘asbo’ on every single diplomat who fails to pay, I think it’s an unbelievable scandal,” Johnson said at the time, referring to the Anti-Social Behavior Order penalty that was often used back then against London’s young hooligans.On Monday Johnson broke his silence on Dunn, calling on the U.S. embassy to waive immunity and saying he’d raise the issue with the White House personally. He treads a fine line. His predecessor Tony Blair never lived down accusations that he was George W. Bush’s “poodle”; Johnson is struggling to appease Trump’s sensitivities on Iran and Huawei, both areas where the U.K. disagrees with the president.Brexit complicates things. Trump’s promise of a U.S./U.K. trade deal has become a cornerstone of Johnson’s promise that Brexit will be a success. But the Trump impeachment proceedings have been noted in Westminster. Johnson is often compared to the American president; their chumminess will look less advantageous the more trouble Trump finds himself in.Were immunity to be lifted and Sacoolas found to have caused death by dangerous driving, she might not be sent to prison. Sentences of up to 14 years can be handed down if the offender is under the influence of drink or drugs. But the maximum custodial term for death by “careless or inconsiderate driving” is five years and that is reserved “for rare cases when the blame is exceptionally high.” We’re not likely to find out anway.Could there be a better system? The renowned trial lawyer Geoffrey Robertson has argued that countries should either waive immunity or submit to an international court in criminal cases, with judges from the involved nations. “Any country that chooses to protect an embassy official against prosecution must be treated with the contempt it deserves: Its ambassador should be carpeted, any aid budget reviewed and full details of charges and evidence released to the media,” Robertson wrote nearly a decade ago.It’s hard to live up to such ideals when your entire post-Brexit strategy is about keeping one country happy.To contact the author of this story: Therese Raphael at traphael4@bloomberg.netTo contact the editor responsible for this story: James Boxell at jboxell@bloomberg.netThis column does not necessarily reflect the opinion of the editorial board or Bloomberg LP and its owners.Therese Raphael writes editorials on European politics and economics for Bloomberg Opinion. She was editorial page editor of the Wall Street Journal Europe.For more articles like this, please visit us at bloomberg.com/opinion©2019 Bloomberg L.P.



          

La nueva Triumph Street Triple RS está más enfadada que nunca: 123 CV, 79 Nm y los mismos 166 kg   

Cache   

La nueva Triumph Street Triple RS está más enfadada que nunca: 123 CV, 79 Nm y los mismos 166 kg

Tal y como nos prometieron desde Inglaterra, una nueva Triumph Street Triple RS ha llegado, y está más enfadada que nunca.

Con un motor revisado para superar la Euro5 y con los mismos 123 CV pero con mejor entrega de potencia para los mismos 166 kg de peso, la Street Triple RS refuerza su oferta para seguir siendo una de las naked medias deportivas más interesantes del mercado.

Triumph Street Triple RS 2020: un paso más lejos

Afilando aún más su concepción streetfighter, la Triumph Street Triple RS se refuerza de cara a 2020 con una propuesta en la que destaca un cambio estético exterior llamativo y con mucho, mucho carácter.

El tradicional doble faro delantero de la Street Triple RS ahora cuenta con una pareja de faros con tecnología LED con forma de pestañas para la luz diurna, dando la impresión de mostrar una mirada ruda y cabreada. Por encima de ellos una pequeña máscara cubre el cuadro de mandos e incorpora una toma de admisión de aire. Es muy similar a la propuesta del modelo anterior, pero más marcada.

Triumph Street Triple Rs 2020 006

La carrocería también se ha renovado, siendo más angulosa para esta versión 2020 incluyendo los paneles laterales, el colín y la quilla. Los retrovisores en las puntas del manillar son nuevos así como las estriberas del pasajero acabadas a juego ahora con el resto de elementos.

El chasis de doble viga de aluminio sigue siendo el mismo que ya conocíamos pero para esta versión se remata en color titanio de la misma manera que ocurre en su hermana mayor la Speed Triple. La parte ciclo sigue confiando a una horquilla invertida Showa BPF de 41 mm y monoamortiguador Öhlins regulable para las suspensiones, neumáticos Pirelli Diablo Supercorsa SP V3 y frenos Brembo con pinzas M50 de cuatro pistones. El peso se mantiene inalterado en 166 kg en seco.

Triumph Street Triple Rs 2020 007

A nivel mecánico la Street Triple RS estrena los cambios necesarios para poder pasar la normativa Euro5 y que posteriormente pasarán a heredarse para el resto de modelos de naked intermedias de Hinckley, pero manteniendo el mismo bloque de tres cilindros con 765 cc de capacidad.

El propulsor se ha revisado a fondo para conseguir unas cifras muy similares con 123 CV y 79 Nm de par motor, pero con una mejor entrega en la zona media de revoluciones. Para conseguirlo se estrena un nuevo árbol de levas de escape, cigüeñal con un nuevo mecanizado, embrague y eje de equilibrado para reducir inercias.

Triumph Street Triple Rs 2020 017

También se ha introducido un acelerador más sensible, lo que se traduce en un carácter mucho más marcado, además de hacer uso de una caja de cambios en la que se han acortado la primera y segunda velocidad.

La línea de escape es nueva, más compacta y con la incorporación de nuevos catalizadores, pero que según la marca favorece al mismo tiempo una salida de escape menos restrictiva. Tanto el escape como la tobera de admisión se han estudiado para ofrecer un sonido a la altura del modelo.

Triumph Street Triple Rs 2020 013

La Triumph Street Triple RS sigue teniendo en la electrónica su mejor baza, haciendo gala de acelerador electrónico, ABS ajustable, control de tracción, cinco modos de conducción y un panel de instrumentos 100% digital que toma nuevos gráficos e integración con GoPro. El quickshifer ahora tiene función bidireccional.

El precio de la nueva Triumph Street Triple RS 2020 será de 12.350 euros, sólo 50 euros más que la versión anterior, y estará disponible en los concesionarios de la marca a partir del mes de diciembre.

Triumph Street Triple Rs 2020 026

Triumph Street Triple RS 2020 - Ficha técnica

Motor
Tipo Tricilíndrico en línea, refrigeración líquida, 12 válvulas, DOCH
Cilindrada 765 cc
Diámetro x carrera 77,99 x 53,4 mm
Compresión 12,54:1
Potencia 123 cv a 11.750 rpm
Par Motor 79 Nm a 9.350 rpm
Alimentación Inyección electrónica
Escape 3 en 1 de acero
Embrague Multidisco en baño de aceite con funcionamiento antirebote
Caja de cambios Seis velocidades
Transmisión final Cadena
Parte ciclo
Chasis Chasis en fundición de aluminio de doble viga
Basculante Doble brazo en aleación de aluminio fundido
Suspensión delantera Horquilla invertida Showa SF-BPF, 41 mm de diámetro, 115 mm de recorrido, ajustable en compresión, extensión y precarga
Suspensión trasera Monoamortiguador Öhlins STX40 con 131 mm de recorrido ajustable en precarga, compresión y extensión
Freno delantero Doble disco de 310 mm, pinzas radiales Brembo M50
Freno trasero Disco de 220 mm con pinza Brembo de simple pistón
Rueda delantera 120/70 ZR17, llanta de aleación 3,5x17"
Rueda trasera 180/55 ZR17, llanta de aleación 5,5x17"
Dimensiones
Altura asiento 840 mm
Altura 1.085 mm
Lanzamiento 23,9º
Avance 100 mm
Longitud 2.065 mm
Dist entre ejes 1.405 mm
Peso en seco 166 kg
Depósito 17,4 litros
Precio 12.300 euros

También te recomendamos

Este teaser confirma que habrá una nueva Triumph Street Triple RS en 2020, y será aún más afilada

Triumph Daytona Moto2 765 LE: 130 CV y traje de fibra de carbono para el retorno de las deportivas británicas

¡Descomunal! Esta es la nueva Triumph Rocket 3: 167 CV, 221 Nm y 40 kg más ligera que antes

-
La noticia La nueva Triumph Street Triple RS está más enfadada que nunca: 123 CV, 79 Nm y los mismos 166 kg fue publicada originalmente en Motorpasion Moto por Jesus Martin .


          

El novato Celestino Vietti consigue su primera pole position de Moto3 en Tailandia   

Cache   

El novato Celestino Vietti consigue su primera pole position de Moto3 en Tailandia

Celestino Vietti ha conseguido la pole position de Moto3 en el Gran Premio de Tailandia. El piloto italiano, después de superar la Q1, ha sido el más rápido en una conglomerada clasificación. Vietti estuvo inmerso en el grupo de pilotos que hizo su vuelta rápida a la vez, pero consiguió abrirse paso y quedarse con la primera posición.

De hecho en algunos momentos pareció que el grupo en el que estaba Vietti ni siquiera iba a poder dar la vuelta. Muchos pilotos esperaron hasta el límite para salir a pista, de modo que algunos cruzaron la meta cuando tan solo quedaba un segundo en el reloj. Es la primera pole position de la temporada y de su carrera para Vietti.

Canet saldrá por delante de sus rivales por el título

Canet Tailandia Moto3 2019

Precisamente uno de los grandes perjudicados de la vuelta de Vietti ha sido Lorenzo Dalla Porta. El líder del mundial fue adelantado por su compatriota mientras venía haciendo su vuelta rápida, lo que le arruinó la clasificación. Dalla Porta va a salir décimo, por lo que será el más retrasado de los tres aspirantes al título.

Mejor le han ido las cosas a Arón Canet, que partirá sexto. El piloto español ha preferido marcar su vuelta en solitario y aún así ha hecho un tiempo fabuloso que solo han podido superar los que venían en el grupo de Vietti. Tendrá mañana una buena ocasión Canet de recuperar el liderato del mundial, ya que parece el más fuerte de los tres.

Ogura Tailandia Moto3 2019

Aunque tampoco está yendo lento Tony Arbolino. El piloto del Snipers ha clasificado noveno por culpa de una mala vuelta, pero ha tenido buen ritmo en entrenamientos, por lo que será un candidato serio en carrera. Curioso lo que ha pasado con su compañero de equipo, Josito García, que no ha pasado a la Q2 porque ha empatado el tiempo con Filip Salac. Saldrá decimonoveno el sustituo de Romano Fenati.

Saliendo ya de los candidatos al título, la sesión ha sido formidable para los españoles. Acompañando a Vietti en la primera fila estarán Marcos Ramírez y Albert Arenas. En el caso del catalán, parece uno de los pilotos más fuertes del fin de semana, por lo que no sería raro verle mañana por el podio. Por su parte, Ramírez tendrá que correr con un ojo puesto en su compañero Dalla Porta.

Oncu Tailandia Moto3 2019

Gran clasificación también para Alonso López, que va a salir quinto, justo por delante de Canet y detrás de Kaito Toba, que ya está plenamente recuperado tras no correr en MotorLand. También hizo su vuelta en solitario Gabriel Rodrigo, que finalmente quedó octavo pero tiene mucho ritmo para pelear en carrera.

Estuvo en la Q2 el también español Raúl Fernández, pero se quedó decimosexto. Fuera de la ronda decisiva de la clasificación, además de Josito García, también se quedó Sergio García. El piloto del Estrella Galicia está sufriendo mucho en este final de temporada y va a salir vigesimoprimero en Buriram.

Resultados clasificación Moto3 GP Tailandia 2019

Pos. Num. Piloto País Equipo Moto Km/h Tiempo Diferencia 1st/Prev.
1 13 Celestino VIETTI ITA SKY Racing Team VR46 KTM 230.7 1'42.599
2 42 Marcos RAMIREZ SPA Leopard Racing Honda 231.2 1'42.717 0.118 / 0.118
3 75 Albert ARENAS SPA Gaviota Angel Nieto Team KTM 230.7 1'42.751 0.152 / 0.034
4 27 Kaito TOBA JPN Honda Team Asia Honda 231.2 1'42.897 0.298 / 0.146
5 21 Alonso LOPEZ SPA Estrella Galicia 0,0 Honda 225.9 1'42.967 0.368 / 0.070
6 44 Aron CANET SPA Sterilgarda Max Racing Team KTM 227.8 1'43.008 0.409 / 0.041
7 16 Andrea MIGNO ITA Mugen Race KTM 225.4 1'43.173 0.574 / 0.165
8 19 Gabriel RODRIGO ARG Kömmerling Gresini Moto3 Honda 228.8 1'43.185 0.586 / 0.012
9 14 Tony ARBOLINO ITA VNE Snipers Honda 232.2 1'43.226 0.627 / 0.041
10 48 Lorenzo DALLA PORTA ITA Leopard Racing Honda 232.2 1'43.304 0.705 / 0.078
11 24 Tatsuki SUZUKI JPN SIC58 Squadra Corse Honda 228.8 1'43.343 0.744 / 0.039
12 7 Dennis FOGGIA ITA SKY Racing Team VR46 KTM 227.3 1'43.380 0.781 / 0.037
13 17 John MCPHEE GBR Petronas Sprinta Racing Honda 229.2 1'43.398 0.799 / 0.018
14 12 Filip SALAC CZE Redox PruestelGP KTM 226.8 1'43.446 0.847 / 0.048
15 84 Jakub KORNFEIL CZE Redox PruestelGP KTM 231.7 1'43.489 0.890 / 0.043
16 25 Raul FERNANDEZ SPA Gaviota Angel Nieto Team KTM 228.8 1'43.534 0.935 / 0.045
17 76 Makar YURCHENKO KAZ BOE Skull Rider Mugen Race KTM 230.2 1'43.842 1.243 / 0.308
18 71 Ayumu SASAKI JPN Petronas Sprinta Racing Honda 225.4 1'44.251 1.652 / 0.409
19 10 Julian Jose GARCIA SPA VNE Snipers Honda 228.8 1'43.843 264
20 54 Riccardo ROSSI ITA Kömmerling Gresini Moto3 Honda 225.9 1'43.888 0.309 / 0.045
21 11 Sergio GARCIA SPA Estrella Galicia 0,0 Honda 226.4 1'44.034 0.455 / 0.146
22 69 Tom BOOTH-AMOS GBR CIP Green Power KTM 224.5 1'44.077 0.498 / 0.043
23 82 Stefano NEPA ITA Reale Avintia Arizona 77 KTM 228.3 1'44.142 0.563 / 0.065
24 79 Ai OGURA JPN Honda Team Asia Honda 225.4 1'44.146 0.567 / 0.004
25 53 Deniz ONCU TUR Red Bull KTM Ajo KTM 226.8 1'44.174 0.595 / 0.028
26 32 Davide PIZZOLI ITA Mugen Race KTM 225.0 1'44.368 0.789 / 0.194
27 22 Kazuki MASAKI JPN BOE Skull Rider Mugen Race KTM 225.0 1'44.491 0.912 / 0.123
28 40 Darryn BINDER RSA CIP Green Power KTM 222.2 1'44.703 1.124 / 0.212
29 3 Kevin ZANNONI ITA SIC58 Squadra Corse Honda 225.9 1'44.863 1.284 / 0.160

En Motorpasión Moto | Probamos el BMW X2 City: un patinete eléctrico de 2.400 euros que va sobrado de todo

También te recomendamos

Albert Arenas se lleva su primera victoria de la temporada y Lorenzo Dalla Porta da un golpe al mundial

MotoGP Tailandia 2019: Horarios y dónde ver las carreras en directo

Gabriel Rodrigo es el menos lento en unos parsimoniosos entrenamientos de Moto3 en Buriram

-
La noticia El novato Celestino Vietti consigue su primera pole position de Moto3 en Tailandia fue publicada originalmente en Motorpasion Moto por Roberto Rodríguez .


          

Gabriel Rodrigo es el menos lento en unos parsimoniosos entrenamientos de Moto3 en Buriram   

Cache   

Gabriel Rodrigo es el menos lento en unos parsimoniosos entrenamientos de Moto3 en Buriram

Gabriel Rodrigo ha sido el más rápido en el primer día de entrenamientos libres del Gran Premio de Tailandia en la categoría de Moto3. El piloto argentino ha superado por tan solo una décima a Dennis Foggia, en una sesión marcada por la ausencia de ritmo entre los pilotos. Probablemente mañana se mejoren bastante los tiempos.

En el duelo de los candidatos al título tampoco se pueden sacar muchas conclusiones. El más rápido de los tres ha sido Lorenzo Dalla Porta, que ha terminado séptimo, a medio segundo del tiempo de Rodrigo. Tony Arbolino ha terminado en décima posición y todavía por detrás estuvo Arón Canet, decimoquinto.

Se endurecen las penalizaciones para los que vayan lento

Alonso Lopez Sergio Garcia Tailandia Moto3 2019

En cualquier caso no tiene mucha importancia, de hecho la mayoría de mejores tiempos se han marcado por la mañana. En principio la previsión meteorológica no da lluvia para mañana por lo que no ha habido demasiadas urgencias para clasificarse directamente para la Q2. Mucha calma en la categoría de Moto3.

Lo que sí hemos visto es un endurecimiento severo de las penalizaciones. En Buriram hay mucha recta y por lo tanto el rebufo es importantísimo. Así que Dirección de Carrera ha preferido ser precavida y ya ha avisado de que habrá sanciones muy duras si se va lento de forma deliberada en busca de una rueda.

Canet Tailandia Moto3 2019

Los primeros en pagar estos han sido Ayumu Sasaki, que va a salir último en parrilla, y Jakub Kornfeil, que tiene una penalización de doce posiciones en la parrilla. No se descarta incluso que haya descalificaciones y que en algún punto no se deje participar a algún piloto, todo en busca de la seguridad.

Volviendo a los entrenamientos, se ha visto fuerte a Alonso López, que al final ha terminado sexto pero hizo sus vueltas en solitario. El piloto del Estrella Galicia, que el año que viene ocupará el sitio de Arón Canet, quiere despedirse de su equipo con buenos resultados y en Buriram tiene la energía y velocidad para conseguirlo.

Raul Fernandez Tailandia Moto3 2019

Más problemas ha tenido Marcos Ramírez, el compañero de Dalla Porta en el Leopard, que ha terminado vigesimoprimero. Además, desde su equipo han confirmado que llegado el momento darían órdenes de equipo a Ramírez para que ceda su posición a Dalla Porta en caso de ser necesario. De momento, no sería en caso de lucha por la victoria.

En cuanto al resto de los españoles, Raúl Fernández fue el segundo mejor y ha terminado duodécimo. Buena actuación de José Julián García, el sustituto de Romano Fenati en el Snipers, que ha terminado en decimosexta posición, justo por detrás de Canet. Albert Arenas fue decimonoveno. Además, aquí no está corriendo Jaume Masiá por lesión.

Resultados FP2 Moto3 GP Tailandia 2019

Pos. Num. Piloto País Equipo Moto Km/h Tiempo Diferencia 1st/Prev.
1 19 Gabriel RODRIGO ARG Kömmerling Gresini Moto3 Honda 230.7 1'43.107
2 7 Dennis FOGGIA ITA SKY Racing Team VR46 KTM 232.7 1'43.210 0.103 / 0.103
3 84 Jakub KORNFEIL CZE Redox PruestelGP KTM 232.2 1'43.216 0.109 / 0.006
4 76 Makar YURCHENKO KAZ BOE Skull Rider Mugen Race KTM 233.2 1'43.220 0.113 / 0.004
5 24 Tatsuki SUZUKI JPN SIC58 Squadra Corse Honda 232.2 1'43.446 0.339 / 0.226
6 75 Albert ARENAS SPA Gaviota Angel Nieto Team KTM 227.8 1'43.567 0.460 / 0.121
7 21 Alonso LOPEZ SPA Estrella Galicia 0,0 Honda 229.2 1'43.583 0.476 / 0.016
8 48 Lorenzo DALLA PORTA ITA Leopard Racing Honda 232.2 1'43.583 476
9 27 Kaito TOBA JPN Honda Team Asia Honda 235.2 1'43.591 0.484 / 0.008
10 16 Andrea MIGNO ITA Mugen Race KTM 231.7 1'43.643 0.536 / 0.052
11 14 Tony ARBOLINO ITA VNE Snipers Honda 234.7 1'43.652 0.545 / 0.009
12 17 John MCPHEE GBR Petronas Sprinta Racing Honda 231.7 1'43.682 0.575 / 0.030
13 25 Raul FERNANDEZ SPA Gaviota Angel Nieto Team KTM 228.3 1'43.701 0.594 / 0.019
14 13 Celestino VIETTI ITA SKY Racing Team VR46 KTM 229.2 1'43.742 0.635 / 0.041
15 79 Ai OGURA JPN Honda Team Asia Honda 229.2 1'43.774 0.667 / 0.032
16 44 Aron CANET SPA Sterilgarda Max Racing Team KTM 229.7 1'43.825 0.718 / 0.051
17 10 Julian Jose GARCIA SPA VNE Snipers Honda 231.2 1'43.852 0.745 / 0.027
18 12 Filip SALAC CZE Redox PruestelGP KTM 230.2 1'43.863 0.756 / 0.011
19 40 Darryn BINDER RSA CIP Green Power KTM 227.3 1'43.899 0.792 / 0.036
20 82 Stefano NEPA ITA Reale Avintia Arizona 77 KTM 231.2 1'43.971 0.864 / 0.072
21 53 Deniz ONCU TUR Red Bull KTM Ajo KTM 227.3 1'44.063 0.956 / 0.092
22 42 Marcos RAMIREZ SPA Leopard Racing Honda 231.7 1'44.070 0.963 / 0.007
23 54 Riccardo ROSSI ITA Kömmerling Gresini Moto3 Honda 235.8 1'44.080 0.973 / 0.010
24 32 Davide PIZZOLI ITA Mugen Race KTM 229.2 1'44.248 1.141 / 0.168
25 22 Kazuki MASAKI JPN BOE Skull Rider Mugen Race KTM 231.2 1'44.272 1.165 / 0.024
26 71 Ayumu SASAKI JPN Petronas Sprinta Racing Honda 230.2 1'44.447 1.340 / 0.175
27 11 Sergio GARCIA SPA Estrella Galicia 0,0 Honda 229.7 1'44.531 1.424 / 0.084
28 3 Kevin ZANNONI ITA SIC58 Squadra Corse Honda 230.2 1'44.551 1.444 / 0.020
29 69 Tom BOOTH-AMOS GBR CIP Green Power KTM 228.8 1'44.954 1.847 / 0.403

También te recomendamos

Albert Arenas se lleva su primera victoria de la temporada y Lorenzo Dalla Porta da un golpe al mundial

MotoGP Tailandia 2019: Horarios y dónde ver las carreras en directo

El novato Celestino Vietti consigue su primera pole position de Moto3 en Tailandia

-
La noticia Gabriel Rodrigo es el menos lento en unos parsimoniosos entrenamientos de Moto3 en Buriram fue publicada originalmente en Motorpasion Moto por Roberto Rodríguez .


          

Invalkrachten - KOK Kinderopvang - Katwijk aan den Rijn   

Cache   

Met een hecht team van ruim 170 enthousiaste medewerkers biedt KOK kinderopvang de beste professionele opvang aan kinderen van 0 tot 13 jaar op 27 locaties in… €13,12 - €17,90 per uur
Van KOK Kinderopvang - Thu, 20 Jun 2019 08:09:10 GMT - Toon alle vacatures in Katwijk aan den Rijn

          

Chalet, 2 dormitorios, 3 wc, 70m2, Islantilla.   

Cache   

135000
Apartamento situado en urbanización privada con amplias zonas comunes, piscina y pistas deportivas; en las inmediaciones del campo de golf de Islantilla, que consta de 36 hoyos, a 1 km de la playa y la zona de ocio y restauración, con centros...
2 habitaciones 3 baños 70 m² 1.928 EUR/m² internet piscina
Mon, 07 Oct 2019 19:56:28 +0200

          

Piso, 2 dormitorios, 2 wc, 70m2, Islantilla.   

Cache   

115000
Apartamento situado en urbanización privada con amplias zonas comunes, piscina; en las inmediaciones del campo de golf de Islantilla, que consta de 36 hoyos, a 800m de la playa y la zona de ocio y restauración, con centros comerciales, escuela de...
2 habitaciones 2 baños 70 m² 1.642 EUR/m² piscina
Mon, 07 Oct 2019 19:56:27 +0200

Next Page: 25

© Googlier LLC, 2020